|
Sebuah Rahasia Konsep Bisnis
Waralaba & UMKM,
Program Mitra
Waralaba,
Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil
Netter yang terhormat .....
Saya ucapkan selamat mengunjungi website
mitra waralaba,
Sebelum kita membahas mengenai
program konsep bisnis Waralaba & UMKM, saya teringat tulisan mengenai "Kebiasaan
Berindak".
"Setiap pekerjaan besar, entah itu
menjalankan perusahaan, penjualan,sains, bisnis, ataupun pemerintahan
adalak MEMERLUKAN ORANG YANG BERPIKIR UNTUK BERTINDAK.
dALAM PENCARIAN TOKOH KUNCI
KEBERHASILAN, dituntut jawaban untuk pertanyaan "Apakah ia akan
melaksanakan pekerjaan tersebut? ,Apakah ia akan menuntaskannya ?,
apakah ia orang yang berinisiatif ?, Dapatkah ia memberikan hasil, atau
apakah ia hanya pandai bicara?.
Semua pertanyaan tersebut mempunyai
satu tujuan : Mencari tahu apakah orang dimaksud adalah orang yang
suka bertindak?
Gagasan yang bagus saja tidak
cukup. Gagasan sederhana yang dilaksanakan, dan dikembangkan, adalah
100% lebih baik daripada gagasan hebat yang mati karena tidak
ditindaklanjuti.. Pedagang besar, John Manamaker, sering berkata " Tidak
ada yang datang hanya dengan memikirkannya".
Ingatlah . Semua yang kita miliki
di dunia ini, dari satelit hingga pencakar langit hingga makanan bayi,
hanayalah suatu GAGASAN YANG DILAKSANAKAN. (David J. Schwartz, The
Magic Of Thinking Big; Best Seller Book)
John C.Maxwell mengungkapkan "People
don't care how much you know until know how much you care."
Pelajaran penting yang dapat kita ambil dari makna kalimat ini adalah
bahwa kemampuan, pengetahuan, dan apa pun yang kita miliki pada akhirnya
tidak seberapa penting dibandingkan nilai-nilai yang kita pancarkan
untuk orang lain.
Nilai nilai itu adalah energi positif yang
kita lepaskan kepada orang lain. Artinya banyak melakukan
pekerjaan-pekerjaan positif untuk orang lain. Memandang hidup ini dari
kaca mata positif dan banyak melakukan hal-hal positif bagi orang lain
dan kehidupan.
Banyak pintu-pintu kebaikan yang dapat
dilakukan dan menjadi sumber energi positif keberhasilan, seperti :
1. Kalau memiliki ilmu, gunakanlah untuk mencerdaskan orang lain.
2. Kalau memiliki harta, gunakan untuk kebaikan banyak orang
3. Kalau memiliki kekuasaan, gunakanlah untuk menyejahterakan banyak orang
lain.
4. Kalau memiliki tenaga, gunakan untuk membantu banyak orang.
5. Kalau menjadi penegak hukum, berikanlah perlindunan dan keadilan kepada
banyak orang.
6. Kalau menjadi prngusaha, jalankan usaha untuk memberikan manfaat dan
kebaikan banyak orang.
Intinya mulailah dengan hal-hal sederhana dan mudah dilakukan sesuai
kemampuan diri kita. Mulailah dari lingkunan terdekat dan mulailah
sekarang juga. (Eko Jalu Santoso, Ir. ; Heart Revolution)
Siapa sangka bahwa format
waralaba sudah dimulai sejak tahun 200 SM. Pada
masa itu sebuah rantai toko makanan di Tiongkok
menerapkan konsep distribusi dengan sistem
waralaba lisensi produk/merek. Pada tahun 1863
perusahaan mesin jahit Singer di Amerika mulai
merintis jaringan waralaba guna mendistribusikan
mesin jahit yang diprodukasinya. Selanjutnya
Coca Cola menjual waralaba pembotolan pertamanya
tahun 1899. Kemudian diikuti oleh dealer mobil
dan minyak pada tahun 1910. Namun pertumbuhan
waralaba yang sebenarnya baru terjadi pada akhir
era 1950-an, yaitu sistem waralaba yang dikenal
dengan waralaba format bisnis.
Sampai tahun 1998, cara
pendistribusian dengan waralaba diperkirakan
mencapai lebih dari 50% dari total penjualan
eceran di Amerika Serikat, dan pertumbuhan
waralaba sama berhasilnya di negara-negara maju
lainnya seperti: Kanada, Inggris, Jerman, dan
Jepang. Negara-negara berkembang seperti Meksiko,
Indonesia, dan Malaysia juga mendapatkan bahwa
waralaba adalah cara yang efektif untuk
menciptakan bisnis baru dan meningkatkan
kesempatan lapangan kerja.
Di Indonesia sistem waralaba
mulai dikenal pada tahun 1950-an, yaitu dengan
munculnya dealer kendaraan bermotor melalui
pembelian lisensi. Perkembangan kedua dimulai
pada tahun 1970-an, yaitu dengan dimulainya
sistem pembelian lisensi plus, yaitu franchisee
tidak sekedar menjadi penyalur, namun juga
memiliki hak untuk memproduksi produknya. Contoh
format ini misalnya Coca Cola. Perkembangan
sistem waralaba yang sebenarnya atau disebut
waralaba format bisnis dimulai pada tahun
1980-an. Dalam waralaba format bisnis,
franchisee tidak sekedar memproduksi dan
menyalurkan produk/jasa, namun juga memperoleh
hak penuh untuk mengkloning merek, logo, atribut,
desain, tata letak, sistem prosedur operasional
dan pemasaran dari franchisor. Contoh format ini
misalnya Kentucky Fried Chicken.
Waralaba telah dipilih
sebagai cara menjalankan usaha oleh lebih dari
2500 perusahaan di Amerika Serikat, karena
terbukti memiliki peluang keberhasilan lebih
tinggi dibandingkan format bisnis biasa. Sebagai
perbandingan, format bisnis biasa memiliki
peluang sukses 35-45 %, sedangkan peluang sukses
perusahaan waralaba mencapai 85 - 90 %.
Sementara orang berpikir bahwa waralaba hanya
terbatas pada industri makanan siap hidang,
kenyataan menunjukkan bahwa semua jenis bisnis
yang mungkin ada, dapat diwaralabakan. Misalnya
hotel, properti, rumah sakit, kursus, binatu,
studio foto, minimart, spa, salon, bengkel,
apotik, perawatan rambut, bengkel, kantor pos
dan wartel/warnet dapat dikembangkan dengan
format waralaba.
Perkembangan waralaba di
Indonesia masih jauh dibandingkan Amerika
Serikat. Dalam hal komposisi antara perusahaan
waralaba lokal dengan waralaba asing pun,
Indonesia tertinggal jauh. Sebagai gambaran pada
tahun 1991 jumlah waralaba lokal mendominasi
sampai 78 %, yaitu 21 perusahaan dari total 27
perusahaan. Namun dalam waktu hampir sepuluh
tahun jumlah waralaba asing berhasil melampaui
waralaba lokal. Sampai tahun 2000 waralaba asing
mendominasi sampai 88 %, yaitu 240 perusahaan
dari total 270 perusahaan (Manajemen, Desember
2000).
Yang menarik adalah
kesuksesan waralaba untuk tetap tumbuh selama
krisis moneter di Indonesia. Pada periode 1996 -
1999, usaha waralaba di Indonesia mampu tumbuh
sebesar 12,5 %, di tengah pertumbuhan ekonomi
nasional dibawah 3 % (Peluang, Juni 2000).
Sebagian besar pertumbuhan ini diakibatkan oleh
pertumbuhan waralaba lokal.
Pelajaran yang dapat diambil
selama krisis moneter adalah, waralaba lokal
ternyata mampu mengungguli pertumbuhan waralaba
asing. Selisih kurs yang demikian besar antara
rupiah dengan dollar, mengakibatkan waralaba
lokal memiliki keunggulan kompetitif yang lebih
baik untuk dikembangkan saat ini. Sebagai
gambaran untuk membuka sebuah minimarket
Indomaret dibutuhkan investasi 300-750 juta
rupiah, bandingkan jika membeli hak waralaba
Disc Go Round dari Amerika, investasi yang
dibutuhkan sekitar 1.1 - 1.3 milyar rupiah.
Bayangkan jika kita membeli hak waralaba dari
merek yang lebih terkenal misalnya McDonald’s
yang biaya investasinya bisa mencapai 423.000 -
651.00 USD (Franchise Opportunities Guide, IFA,
1996).
Dari uraian dan fakta diatas
jelas terbukti bahwa jika dikelola dengan baik,
dan manajemen memahami dengan tepat bagaimana
konsep waralaba bekerja; Waralaba lokal ternyata
mampu tumbuh dan berkembang seperti halnya
waralaba asing. Jika demikian, mengapa belum
juga mulai berwaralaba? Mumpung masih banyak
pasar yang tak bertuan di bumi pertiwi tercinta
ini.
Mulai dari yang
Kecil
Pierre Omidyar dari e-bay, William Colgate dari
Colgate, David Gold dari 99 Cents Only Store,
dan Dewitt dan Lila Wallce dari Reader’s Digest.
Apa persamaan tokoh-tokoh ini? Mereka kaya,
sukses, dan mereka tidak bekerja untuk orang
lain, tetapi memiliki usaha sendiri. Mereka
tidak memulai dari usaha besar, tetapi dari
usaha kecil yang kemudian menjadi besar. Ingin
tahu rahasia sukses mereka?
MEMULAI USAHA SENDIRI
Memang banyak cara untuk meraih sukses. Salah
satunya adalah dengan membangun usaha sendiri.
Mengapa? Menurut Jennifer Basye Sander dan Peter
Sander dalam buku mereka Niche and Grow Rich,
kekayaan sangat jarang diperoleh dengan bekerja
untuk orang lain. Pernyataan ini juga didukung
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan yang bergerak di bidang
jual-beli rumah mewah, Merrill Lynch. Untuk
mengidentifikasi calon pembeli potensial,
Merrill Lynch memutuskan untuk mempelajari
profil dari pembeli-pembeli mereka yang termasuk
dalam pembeli kelas utama (mereka yang memiliki
aset di atas $ 5.000 juta). Dari hasil
penelitian ini ditemukan bahwa 70% dari
pelanggan kelas wahid tersebut adalah mereka
yang memiliki usaha sendiri (bukan mewarisi
kekayaan dari orang tua mereka). Mereka tidak
bekerja bagi orang lain, tetapi bekerja untuk
diri sendiri. Mereka bekerja keras, menabung,
dan hidup hemat sampai akhirnya mereka berhasil
mengumpulkan kekayaan dalam jumlah besar. Orang
yang bekerja untuk dirinya sendiri tidak hanya
dapat mengumpulkan banyak kekayaan, tetapi yang
lebih penting, mereka juga senang melakukan
pekerjaan yang mereka pilih sendiri.
Dari Mana? Lisa Hammond, pendiri katalog barang
yang dihasilkan oleh pengusaha wanita, dalam
bukunya Dream Big mengatakan bahwa jika ingin
mencari ”panggilan bisnis” yang cocok, amati
sekeliling Anda dan catatlah semua hal yang
menarik perhatian Anda. Lisa Hammond sudah
melakukan strategi ini. Lisa sudah memiliki
mimpi untuk terjun dalam bisnis yang bisa
membantu para pebisnis wanita. Tetapi ia belum
tahu bisnis apa yang harus ditekuninya. Untuk
itu, ia membuka-buka majalah, surat kabar, pergi
keliling kota, mengunjungi tempat-tempat yang
dianggapnya menarik, dan berbicara pada
orang-orang yang dianggapnya bisa memberikan ide
bisnis. Setiap kali ia menemukan ide yang
menarik, ia mencatatnya dalam Buku Ide Bisnisnya.
Catatannya bisa berupa foto, satu kata, satu
kalimat, satu guntingan gambar, artikel ataupun
iklan. Semua ia kumpulkan sedikit demi sedikit.
Beberapa buku sudah ia habiskan untuk
mengumpulkan ide bisnisnya, sampai akhirnya ia
menemukan ide bisnis yang paling pas untuknya,
yaitu membuat Femail, katalog barang yang
dihasilkan pengusaha wanita.
Cari Niche Market. Niche market adalah pasar
khusus dengan kebutuhan khusus. Pasar ini memang
pada awalnya tidak terlalu besar, tetapi
memiliki pelanggan yang loyal jika kebutuhan
mereka bisa terpenuhi. Misalnya: begitu banyak
majalah untuk wanita dan keluarga, kemudian
salah satu penerbit majalah mendapat ide untuk
meluncurkan majalah untuk para orang tua yang
memiliki balita. Biasanya para orang tua (terutama
yang baru memiliki anak pertama) belum paham
mengenai cara mengurus anak dan mereka sangat
butuh informasi mengenai segala sesuatu yang
menyangkut perawatan anak balita mereka. Lalu
mengapa memulai dari niche market? Jika Anda
baru memulai usaha, dan Anda ingin memulai usaha
dari skala kecil, niche market merupakan titik
awal yang paling aman (Jennifer Basye Sander dan
Peter Sander, Niche and Grow Rich). Para
pengusaha besar biasanya tidak bermain di pasar
niche market, jadi persaingan juga relatif lebih
mudah ditangani, dan target pasar di niche
market umumnya akan menjadi loyal jika mereka
memang dilayani dengan baik dan kebutuhan mereka
dapat dipenuhi dengan tepat.
LANGKAH-LANGKAH
Setelah menetapkan ide bisnis yang
rinci yang akan Anda jalankan, berikut adalah
langkah-langkah yang perlu diperhatikan untuk
memulai ide bisnis tersebut.
Lakukan Penelitian. Jika Anda memiliki modal
terbatas, dan masih belum siap secara keuangan
untuk benar-benar lepas dari pekerjaan tetap
Anda, Anda bisa memulai dari skala kecil,
misalnya dengan melayani keluarga, tetangga atau
kenalan, ataupun mulai dari usaha rumah tangga.
Upaya ini dilakukan untuk melakukan tes pasar:
bagaimana reaksi orang terhadap produk yang Anda
tawarkan, apakah produk tersebut sudah baik,
atau masih memerlukan perbaikan di beberapa
bagian. Semua kegiatan ini merupakan penelitian
yang Anda lakukan, dan hasilnya bisa Anda
jadikan pelajaran berharga untuk melakukan
perbaikan sedikit demi sedikit sehingga Anda dan
produk Anda benar-benar siap diluncurkan dengan
skala yang lebih besar.
Misalnya jika Anda ingin berbisnis di bidang kue
kering. Anda bisa menawarkan kue kering tersebut
pada hari-hari raya kepada teman atau keluarga.
Ketika mereka membeli jangan lupa menanyakan
pendapat mereka mengenai produk tersebut (rasanya,
tampilannya, harganya, bungkusnya). Pendapat ini
dapat dijadikan masukan bagi perbaikan kualitas
kue Anda berikutnya.
Susun Rencana Tindakan. Setelah hasil penelitian
yang Anda lakukan Anda pelajari dengan saksama,
langkah selanjutnya adalah menindaklanjuti hasil
penelitian tersebut dengan menyusun rencana yang
lebih rinci untuk perbaikan dan peluncuran
produk ke pasar yang lebih besar. Perencanaan
ini bisa mencakup antara lain: penetapan nama
produk, packaging dari produk, perbaikan proses
produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal
tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan
diajak bekerja sama (baik sebagai penanam modal,
pegawai, ataupun penyalur produk), dan strategi
pemasaran yang akan dijalankan (misalnya: dengan
brosur, catalog, melalui website, e-mailing
list, atau iklan di media komunitas RT/RW,
organisasi sosial tempat Anda beraktivitas).
Implementasi Rencana. Rencana yang telah disusun
perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata.
Jika memang modal terbatas, rencana bisa
direalisasikan secara bertahap dalam jangka
waktu yang lebih panjang (namun, deadline tetap
perlu untuk ditetapkan, agar Anda tetap terpacu
untuk menyelesaikannya). Implementasi rencana
perlu disertai dengan ketekunan dan kejelian
untuk melakukan adaptasi terhadap situasi yang
dihadapi. Mungkin saja Anda perlu melakukan
penyesuaian terhadap rencana karena kondisi saat
ini tidak seperti yang telah diperkirakan
sebelumnya (ada kenaikan harga yang drastis, ada
perubahan tren, resesi ekonomi, ataupun bencana
alam dan bencana sosial).
Menjadi perusahaan global yang sesungguhnya yang
dihargai dan dihormati oleh seluruh orang di
seluruh dunia juga merupakan visi global Toyota
untuk 2010. Maka untuk memenangkan rasa percaya
CONTOH USAHA KECIL YANG
SUKSES
Memang diperlukan perjuangan dan ketekunan dalam
menerjemahkan mimpi besar ke dalam tindakan
nyata. Sudah banyak yang telah meraih sukses
dengan memulai dari yang kecil. Berikut adalah
beberapa orang yang telah memulai dari kecil dan
akhirnya meraih sukses besar.
Disney. Tahukah Anda bahwa Walt Disney memulai
usahanya dari sebuah gudang milik pamannya yang
diubah menjadi sebuah studio? Pada saat itu,
film-film yang dibuat adalah film-film layar
lebar, Disney dan kakaknya melihat peluang besar
di sebuah niche market (pembuat film kartun).
Namun karena keterbatasan modal, mereka meminjam
gudang milik paman mereka untuk memulai produksi
film mereka yang pertama. Usaha di gudang ini
kemudian berkembang menjadi kerajaan bisnis di
dunia hiburan dengan penghasilan yang terus
meningkat melalui film-film blockbusters yang
dihasilkannya. Sekarang, selain usaha film
kartun, Disney juga berhasil membangun ”Dunia
Fantasi”, yaitu sebuah taman hiburan yang besar
dan modern yang dikunjungi jutaan orang per
tahunnya.
Reader’s Digest. Majalah yang sudah
diterjemahkan ke dalam puluhan bahasa dan sudah
melekat di hati jutaan pembaca di seluruh dunia
selama beberapa dekade ini dibidani oleh Dewitt
and Lila Wallace. Pasangan suami isteri Wallace
ingin membagikan semangat juang dan kiat sukses
kepada para pembacanya setelah terpukul oleh
kepedihan dan kehancuran yang disebabkan oleh
perang dunia. Dengan dana yang terbatas, mereka
memulai pembuatan majalah ini dari skala kecil.
Majalah ini pun dibuat dengan ukuran yang
ekonomis (ukuran kecil, jauh lebih kecil dari
majalah lain pada umumnya). Namun, dengan isi
yang dirasakan bermanfaat oleh para pembaca,
majalah ini akhirnya berkembang menjadi majalah
internasional yang beredar di berbagai negara,
dengan oplah yang mencapai jutaan eksemplar.
Sebuah mimpi akan tetap menjadi mimpi jika tidak
ada tindakan untuk mewujudkannya. Mimpi boleh
saja besar, tetapi Anda bisa memulainya sekarang
dari skala kecil. Dari tindakan kecil ini, Anda
bisa mendapatkan pelajaran berharga yang bisa
kita gunakan untuk memperbaiki tindakan yang
berikutnya, sehingga akhirnya seluruh mimpi bisa
terwujud. Jadi, sudahkah Anda mempunyai mimpi
sukses? Tidak usah menunggu sampai Anda memiliki
segalanya untuk mulai. Mulai sekarang, dan mulai
dari skala kecil kalau memang Anda masih
memiliki beberapa keterbatasan. Sukses untuk
Anda (Sinar Harapan)
CONTOH OUTLET USAHA
KECIL SISTEM WARALABA DI INDONESIA
 
Sebuah
peluang Innovasi Usaha Mandiri bagi anda yang ingin memulai usaha
dengan biaya relatif rendah dengan potensi pasar yang besar. Bersama
kita maju membangun Indonesia yang lebih baik
Agar anda bisa
mengerti dan sukses menjalankan bisnis usaha mandiri, tentu anda
butuh panduan, metode yang tepat, yang akan menghasilkan uang dan
akan membuka peluang usaha dan peluang kerja bagi bangsa kita.
Bukan hanya sekedar teori, tapi adalah bukti
nyata, hasil dari pengalaman menjalankan bisnis ini…
Dan itulah yang
akan anda dapatkan dengan cara saya......
eBOOK Konsep Bisnis
Waralaba & UMKM,
Program Mitra
Waralaba,
Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil
yang bisa langsung anda terapkan
untuk memulai bisnis.

Khusus untuk member:
Komisi bagi hasil
52,6% di Program Reseller
MitraWaralaba.com
Sebagai member MitraWaralaba.com, anda
juga memiliki kesempatan untuk mengikuti
program reseller kami. Gratis! Dengan
menggunakan kode URL khusus yang kami
sediakan, rekomendasikan
mitrawaralaba.com ke orang lain. Jika
mereka tertarik untuk membeli, maka anda
berhak memiliki 52,6% komisi
dari penjualan. Program ini
bisa memberikan penghasilan instan untuk
anda!
Detail klik di sini.
Sebagai pengingat, apa saja yang akan
anda dapatkan dengan sedikit investasi?
1.
Konsep Bisnis
Waralaba & UMKM,
Program Mitra
Waralaba,
Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil
yang bisa langsung anda terapkan
untuk memulai bisnis.
2.
Gratis UPDATE
Konsep Bisnis
Waralaba & UMKM,
Program Mitra
Waralaba,
Sistem Canggih Bisnis Mulai Dengan Modal Kecil.
3. Hak
Jual Ulang Seluruh Produk Bonus!
4.
13 Super Bonus, bernilai total
US$491 + $100 Tambahan:
-
Hak Jual Ulang Seluruh
Produk Bonus!
-
Reprint Rights Magic (Value:
$19.97)
-
How to Create Killer Mini
Sites That Sell Like Crazy"
[Customizable "Gold"
Package] (Value: $75.95)
-
99 Websites You Should Have
Bookmarked... But Probably
Don't (Value: $14.97)
-
Instant Webmaster Video Set
(Value: $39.99)
-
Instant Web Site Tools
(Value: $34.97)
-
The Pure Profit Software
package (Value: $37)
-
Traffic Jam Formula (Value:
$49.95)
-
The Embarrassingly Simple
Way I Grabbed the # 1
Position in Google, Yahoo,
and AOL...FREE! (Value:
$9.97)
-
Pop-Ups Generator (Value:
$34.95)
-
The Perpetual Traffic
Generator (Value: $47)
-
Magic Subscriber
(Value: $127)
Segera Miliki Paket
Produk Kami .....
Berapakah Harga
Paket Konsep Bisnis Waralaba & UMKM
Ini Saya Jual . ?
Paket Mesin Uang ini Saya Jual :
Dengan harga hanya Rp.
500.000,-
(Produk Manual
eBook-nya Beserta
Bonus-Bonus Penunjang)
Tapi.....
Tunggu Dulu....
Jika Anda
pesan sebelum hari :
Minggu, 23 November 2008
Pukul
24.00 WIB
Anda
hanya
perlu membayar
Rp.190.000 saja..
Bukan
Rp.500.000
tetapi hanya
Rp.190.000
Anda akan menghemat
uang Anda jika membayar pada hari ini....





Dengan membeli produk Paket
Konsep Bisnis Waralaba & UMKM selain anda dapat
memulai bisnis,maka anda juga berkesempatan juga untuk memperoleh
keuntungan secara terus menerus sebesar 52,6% dari setiap
transaksi yang terjadi melalui website anda
klik disini.
Salam Sukses
Zaenal
Arifin
Pemilik dan Pengelola
mitrawaralaba.Com
Jl. Patrakomala No. 22 Bandung
Bandung - Jawa Barat
Phone : 08882067309 / 022-92639220
|